Togog ... Wayang Togog. Togog adalah nama tokoh pewayangan Jawa. Ia dikisahkan sebagai putra dewa yang lahir sebelum Semar, tetapi karena tidak mampu mengayomi Bumi, maka Togog kembali ke asalnya; pada waktu bersamaan, lahirlah Semar.
TOGOG dikenal pula dengan nama Tejamantri atau Catugora. Ia diyakini sebagai pengejawantahan dari Sanghyang Antaga/Tejamaya, putra sulung dari tiga bersaudara, putra Sanghyang Tunggal dengan Dewi Rekatawati.
Togog dan Bilung adalah abdi dari tokoh antagonis dalam pewayangan. Sebagai abdi, mereka selalu memberi nasihat kepada tuannya mengenai perbuatan hingga keputusan yang akan diambil.
Togog sendiri dipakai dalam pakeliran Kedu, Jogja, Solo, sedangkan dalam pakeliran Banyumas mempunyai ciri khas tersendiri, artinya sangat beda dengan tokoh Togog di daerah lain.
Adapun Batara Antaga (Togog), dan Batara Ismaya (Semar) akhirnya diutus turun ke Marcapada (dunia manusia) untuk menjadi penasihat, dan pamong pembisik makna sejati kehidupan dan kebajikan pada manusia.
Togog memiliki wujud mulut lebar, mata juling, hidung pesek, tak bergigi, kepala botak, bahkan rambutnya hanya di tengkuk saja, bergelang, dan memiliki suara nge-bass atau rendah besar.
Adapun Bathara Antaga (Togog) dan Bathara Ismaya (Semar) akhirnya diutus turun ke marcapada (dunia manusia) untuk menjadi penasihat dan pamong pembisik makna sejati kehidupan dan kebajikan pada manusia.
Togog adalah putra Hyang Tunggal, saudara Semar dan Batara Guru, penasihat Kurawa. Dalam pewayangan Jawa, Togog anak dari pasangan Sang Hyang Tunggal dan Rekathawati. Togog memiliki dua adik bernama Bathara Guru dan Semar. Togog juga disebut cucu dari Sanghyang Wenang yang merupakan penguasa kahyangan. Togog adalah nama tokoh pewayangan Jawa.
KISAH TOGOG / BATARA ANTAGA / SANG HYANG ANTAGA / TEJAMANTRI / LURAH ...