Februari adalah nama dari bulan kedua dalam setahun pada tarikh Kalender Gregorius dan Julius. [1] Bulan Februari memiliki 28 hari pada tahun-tahun biasa dan 29 hari pada tahun-tahun kabisat. Tanggal 29 Februari, yang hanya muncul sekali dalam empat tahun, dikenal dengan nama hari kabisat.
KOMPAS.com – Kenapa bulan Februari hanya memiliki 28 hari, sementara bulan-bulan lain berjumlah 30 hingga 31 hari? Pertanyaan ini kerap muncul setiap kali kalender berganti tahun.
Untuk memperhitungkan jumlah hari sebanyak 365,25 hari selama setahun, satu hari ditambahkan ke Februari setiap empat tahun dan dikenal sebagai 'tahun kabisat'. Itulah mengapa Februari hanya 28 hari.
Ini dia fakta unik Februari yang jarang banget diketahui orang: Februari adalah satu-satunya bulan yang bisa tidak memiliki purnama sama sekali. Secara astronomi, satu siklus bulan dari bulan baru ke purnama membutuhkan waktu sekitar 29 hari 12 jam.
Februari adalah bulan yang unik dalam kalender Masehi karena menjadi satu-satunya bulan yang memiliki jumlah hari yang lebih sedikit dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Februari merupakan bulan yang unik dalam kalender Gregorian karena memiliki jumlah hari yang tidak tetap: 28 hari pada tahun biasa dan 29 hari pada tahun kabisat.
Kenapa Februari Hanya 28 dan 29 Hari? Intip Sejarah di Balik Bulan Unik Ini
Bulan Februari hanya berusia 28 atau 29 hari merupakan bagian dari kepercayaan kuno yang memengaruhi pembentukan kalender Gregorian seperti yang kita kenal sekarang.
Jadi Numa memilih Februari, bulan yang akan menjadi tuan rumah bagi ritual Romawi yang menghormati orang mati, sebagai bulan yang kurang beruntung dan terdiri dari 28 hari.
The Sha'ir or Syair or Sjair from 17 th century, Malaysia, is a poetic narrative that not only tells the human story, often in romantic adventures, but also expounds on local conflict and gives religious instruction. Because this form originated in a maritime trading center, the characters are often cosmopolitan.